Rabu, 31 Oktober 2012

Like a Rainbow

Ada awal dan akhir. cerita yang awalnya bermula bahagia, namun itu berakhir, dengan suatu perpisahan. Asal kalian tahu, perpisahan kadang membuat seoranglelaki itu menangis. Bukan berarti laki-laki itu lemah, tetapi bagaimana diamenghargai suatu perjalanan cerita ituawal ceritaku dimulai bersamamu, dan berakhir bersamamu, meskipun itu menyakitiku, tak apa, asal kamu bahagia, aku ngga akannyakitin kamu kok. Ngga akan aku lupakan ceritaku ini, KARENA AKU SAYANG KAMU V. Nyesek sih waktu aku tau kamu nolak tawaranku buat nonton dan malah kamu nonton dengan gebetanmu. Kamu bilang jarang keluar. tapi kenapa malem minggu kamu nonton sama dia, kamu ninggalin aku begitu aja. Bilang sayang ke aku, tapi itu mungkin hanya kata-katamu yang keluar dari mulut, bukan dari hati. tapi tak apa. perjalanan hidup kadangkala susah. aku rela sekarang. aku tulus, makasih sudah ngewarnain hidupku ^-^

Frienship or Love


Disaat semua orang baru mengenal yang namanya cinta, mereka hanya berfikir, “Pasti dua orang yang saling mencintai, ini mungkin yang terbaik”. Sambil berharap itu menjadi jalan hidupnya. Semua orang pasti berfikir begitu disaat awal pertama kali dia merasakan yang namanya cinta. Dimana sahabat lagi tak dipentingkan lagi oleh dirinya. Banyak orang berkepribadian seperti itu, seperti aku. Awalnya aku juga tak mengerti mana yang lebih penting sahabat atau orang yang kita cintai. Sesuatu yang sama-sama penting awalnya, namun hanya satu yang mungkin kita pilih.
Mungkin aku akan menceritakan orang yang kita cintai terlebih dahulu. “Siapakah yang paling cinta denganmu?”, kebanyakan orang pasti akan menjawab lawan jenisnya, membahasnya, dan hanya ada dia, dia, dan dia dalam pikirannya. Salah besar yang aku pikir saat ini. Kenapa tidak teringat siapa yang menciptakanmu? Tuhan yang di atas. Dia yang paling mencintaimu. Siapa juga yang telah merawatmu sampai sekarang? Orang tuamu bukan? Kenapa tak terpikir di benakku sebelumnya. Pasanganmu saat ini bukan apa-apa dibanding yang menciptakanmu dan kedua orang tuamu. Disaat kau sedih, mereka ada untukmu. Tapi apa kamu yakin pasanganmu setiap saat bisa membantumu, memberimu jalan keluar, memberimu dorongan semangat.
Untuk saat ini, pasangan hidupmu tak penting. Kau masih dalam masa pengasahan menuju puncaknya. Perjalananmu masih panjang. Aku juga bisa menebak pasti 80% hubunganmu pasti berakhir. Itu hanya menyakiti hatimu. Hanya menikmati masa remajamu sesaat tetapi berakhir dengan buruk. Percuma kamu lakukan. Kau memilih dimana kau berpikir for future dimana persiapanmu sudah matang.
Aku ganti topik, mungkin ada diantara kalian baru mengerti apa beda teman dan sahabat. Tapi aku tidak akan memberitahu apa perbedaannya. Kalian pasti akan pusing memikirkan kata-kataku, terlalu rumit untuk dimengerti. Sahabat terdengar biasa di telinga kita. Tetapi memiliki kekuatan yang tidak terduga di dalamnya. Bisa kuartikan sahabat adalah gabungan dari orang-orang yang peduli dengan kita, orang-orang yang mungkin tak jauh dari kita, mungkin juga dengan sebab lain. Bercanda, bergurau, bermain, berkumpul, dan lain-lain. Hal apapun yang menyenangkan akan ada di dalam sahabat. Mungkin banyak orang yang tak mengerti sahabat lebih menyenangkan daripada cinta. Aku yakin disaat kamu menagis, disaat kamu sedih, disaat kamu ingin melampiaskannya dan butuh teman untuk mendampingi. Kamu akan teringat sahabatmu. Siapa yang sekarang lebih berarti? Meskipun saat ini aku juga melkukan hal yang salah. Tapi aku juga tak akan lupa dimana posisi sahabat-sahabatku tak beda jauh dari orang yang kucintai. Mencintai seseorang hanya untuk semangat belajar.
Itulah arti kehidupan, seperti roda. Kadang kita di atas, kadang juga ada di bawah, dan itu akan berjalan terus seiringnya perjalanan hidup kita. mungkin apa yang kualami dapat memberikan pengertian apa yang sebelumnya tak dimengerti oleh kalian.